purposive sampling menurut sugiyono 2019

Selamat datang di budhijaya.co.id

Halo selamat datang di budhijaya.co.id, situs yang memberikan informasi terkini tentang berbagai topik menarik, termasuk dalam bidang penelitian. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang purposive sampling menurut Sugiyono 2019. Purposive sampling adalah salah satu metode penentuan sampel yang sering digunakan dalam penelitian. Dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan penjelasan yang detail mengenai metode ini, kelebihan dan kekurangannya, serta berbagai informasi penting lainnya. Mari langsung kita mulai!

Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bagian awal sebuah penelitian yang berfungsi untuk memberikan gambaran umum mengenai topik yang akan dibahas. Dalam pendahuluan tentang purposive sampling menurut Sugiyono 2019, terdapat beberapa hal yang perlu kita pahami lebih lanjut.

1. Pengertian Purposive Sampling

Purposive sampling merupakan metode penentuan sampel yang dilakukan secara sengaja atau dengan tujuan tertentu. Dalam metode ini, peneliti memilih sampel berdasarkan ciri-ciri atau karakteristik yang relevan dengan tujuan penelitian. Sugiyono (2019) menyebutkan bahwa metode ini sering digunakan dalam penelitian kualitatif atau penelitian dengan pendekatan kualitatif.

2. Tujuan Penggunaan Purposive Sampling

Tujuan utama dari penggunaan purposive sampling adalah untuk mendapatkan sampel yang memiliki kekhasan atau karakteristik tertentu yang bermanfaat bagi penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian yang diperoleh akan lebih fokus dan dapat menggambarkan kondisi yang diteliti dengan baik. Metode ini juga sering digunakan ketika populasi yang diteliti terbatas atau sulit dijangkau.

3. Langkah-langkah dalam Melakukan Purposive Sampling

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan purposive sampling. Pertama, tentukan tujuan penelitian dan karakteristik yang ingin diperoleh dari sampel. Kedua, identifikasi populasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Ketiga, pilih orang-orang atau objek yang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan, berdasarkan pertimbangan peneliti. Keempat, pastikan ukuran sampel yang diambil mencukupi untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan.

4. Kelebihan Purposive Sampling

Purposive sampling memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menjadi metode yang sering digunakan dalam penelitian. Salah satu kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dalam pemilihan sampel yang sesuai dengan karakteristik penelitian. Metode ini juga dapat digunakan ketika populasi yang diteliti terbatas atau sulit dijangkau. Selain itu, metode ini juga memungkinkan peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih mendalam dan kualitatif.

5. Kekurangan Purposive Sampling

Di balik kelebihannya, purposive sampling juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah adanya bias subjektif dari peneliti dalam memilih sampel. Selain itu, hasil penelitian yang diperoleh dengan metode ini tidak dapat secara langsung mencerminkan kondisi populasi secara umum. Oleh karena itu, hasil penelitian dengan purposive sampling perlu dikaitkan dengan konteks yang lebih luas agar tidak menyesatkan.

6. Perbedaan dengan Metode Random Sampling

Perbedaan utama antara purposive sampling dan random sampling terletak pada cara pemilihan sampelnya. Purposive sampling memilih sampel berdasarkan pertimbangan atau tujuan tertentu, sedangkan random sampling memilih sampel secara acak. Dalam metode random sampling, setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel, sehingga lebih objektif. Namun, metode ini memiliki keterbatasan saat menghadapi populasi yang sulit dijangkau atau memiliki karakteristik yang spesifik.

7. Paradigma yang Mendukung Purposive Sampling

Penggunaan purposive sampling sering dikaitkan dengan pendekatan kualitatif dalam penelitian. Hal ini karena metode ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam dan kualitatif mengenai fenomena yang diteliti. Dalam pendekatan kualitatif, peneliti berfokus pada pengertian dan interpretasi dari data yang diperoleh, sehingga kekayaan informasi yang dihasilkan lebih besar.

Kelebihan dan Kekurangan Purposive Sampling Menurut Sugiyono 2019

Dalam bukunya yang berjudul “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D”, Sugiyono (2019) menyebutkan beberapa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh metode purposive sampling. Berikut adalah penjelasan secara detail mengenai hal tersebut:

1. Kelebihan Purposive Sampling

Kelebihan pertama dari purposive sampling adalah fleksibilitas dalam pemilihan sampel. Peneliti dapat memilih sampel yang paling sesuai dengan karakteristik penelitian untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan relevan. Metode ini juga memungkinkan peneliti untuk mendapatkan sampel yang memiliki kekhasan yang berguna bagi penelitian.

Kelebihan kedua adalah memungkinkan peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih mendalam dan kualitatif. Dengan memilih sampel berdasarkan karakteristik yang relevan, peneliti dapat memperoleh informasi yang lebih detail dan mendalam mengenai fenomena yang diteliti.

Kelebihan ketiga adalah metode ini dapat digunakan ketika populasi yang diteliti terbatas atau sulit dijangkau. Dalam kondisi seperti itu, purposive sampling dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mendapatkan sampel yang representatif dan relevan.

2. Kekurangan Purposive Sampling

Salah satu kekurangan dari purposive sampling adalah adanya bias subjektif dari peneliti dalam memilih sampel. Karena peneliti yang memilih sendiri sampel berdasarkan pertimbangan dan tujuan tertentu, maka ada kemungkinan peneliti memilih sampel yang cenderung mendukung hipotesis atau teori yang diharapkan.

Kelemahan kedua adalah hasil penelitian yang diperoleh dengan metode purposive sampling tidak dapat secara langsung mencerminkan kondisi populasi secara umum. Karena sampel dipilih berdasarkan karakteristik tertentu, maka hasil penelitian mungkin hanya berlaku untuk sampel tersebut atau dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih luas dengan pertimbangan yang lebih mendalam.

Kelemahan terakhir adalah metode ini dapat memberikan hasil penelitian yang lebih mendalam dan kualitatif, namun tidak dapat memberikan gambaran secara statistik yang langsung dapat digeneralisasi ke populasi secara keseluruhan.

Informasi Purposive Sampling Menurut Sugiyono 2019
Pengertian Purposive sampling merupakan metode penentuan sampel yang dilakukan secara sengaja atau dengan tujuan tertentu.
Tujuan Mendapatkan sampel yang memiliki kekhasan atau karakteristik tertentu yang bermanfaat bagi penelitian.
Langkah-langkah 1. Tentukan tujuan penelitian dan karakteristik yang ingin diperoleh dari sampel.
2. Identifikasi populasi yang relevan dengan tujuan penelitian.
3. Pilih orang-orang atau objek yang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan, berdasarkan pertimbangan peneliti.
4. Pastikan ukuran sampel yang diambil mencukupi untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan.
Kelebihan 1. Fleksibilitas dalam pemilihan sampel yang sesuai dengan karakteristik penelitian.
2. Mendapatkan hasil penelitian yang lebih mendalam dan kualitatif.
3. Cocok digunakan ketika populasi yang diteliti terbatas atau sulit dijangkau.
Kekurangan 1. Adanya bias subjektif dari peneliti dalam memilih sampel.
2. Hasil penelitian tidak dapat secara langsung digeneralisasi ke populasi secara umum.
3. Tidak memberikan gambaran statistik yang langsung dapat digeneralisasi ke populasi secara keseluruhan.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa bedanya antara purposive sampling dengan random sampling?

Perbedaan utama antara purposive sampling dan random sampling terletak pada cara pemilihan sampelnya.

2. Apakah metode purposive sampling hanya digunakan dalam penelitian kualitatif?

Tidak, metode purposive sampling juga bisa digunakan dalam penelitian kuantitatif, terutama ketika populasi yang diteliti terbatas atau sulit dijangkau.

3. Bagaimana meminimalkan bias subjektif dalam pemilihan sampel?

Untuk meminimalkan bias subjektif dalam pemilihan sampel, peneliti perlu menggali kesadaran diri dan menggunakan kerangka kerja yang objektif dalam memilih sampel.

4. Apakah purposive sampling akan menghasilkan data yang akurat dan representatif?

Tidak, purposive sampling tidak menghasilkan data yang secara langsung akurat dan representatif secara statistik. Namun, metode ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan kualitatif mengenai fenomena yang diteliti.

5. Bisakah metode purposive sampling digunakan dalam penelitian dengan populasi yang besar?

Secara teori, metode purposive sampling dapat digunakan dalam penelitian dengan populasi yang besar. Namun, praktiknya akan lebih sulit dilakukan karena harus mempertimbangkan banyak faktor dalam pemilihan sampel.

6. Apakah purposive sampling hanya digunakan dalam penelitian sosial dan perilaku?

Tidak, metode purposive sampling dapat digunakan dalam berbagai bidang penelitian, baik itu sosial, perilaku, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan alam.

7. Bagaimana cara menginterpretasikan hasil penelitian dengan purposive sampling?

Hasil penelitian dengan purposive sampling perlu dikaitkan dengan konteks yang lebih luas agar tidak menyesatkan. Peneliti harus mengingatkan bahwa hasil penelitian hanya mencerminkan sampel yang dipilih dan tidak dapat digeneralisasi ke populasi secara keseluruhan.

Kesimpulan

Dalam ulasan ini, kita telah membahas tentang purposive sampling menurut Sugiyono 2019. Metode ini merupakan salah satu metode penentuan sampel yang sering digunakan dalam penelitian, terutama dalam penelitian kualitatif. Purposive sampling memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan. Kelebihannya adalah fleksibilitas dalam pemilihan sampel, mendapatkan hasil penelitian yang lebih mendalam dan kualitatif, serta cocok digunakan untuk populasi yang terbatas atau sulit dijangkau. Namun, metode ini juga dihadapkan pada kekurangan, seperti adanya bias subjektif dalam pemilihan sampel dan hasil penelitian yang tidak dapat secara langsung digeneralisasi ke populasi secara umum. Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk menjaga keobjektivitasan dalam memilih sampel dan menginterpretasikan hasil penelitian dengan baik.

Kata Penutup

Demikianlah artikel tentang purposive sampling menurut Sugiyono 2019. Semoga informasi yang telah disampaikan dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai metode ini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin berdiskusi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami. Terima kasih telah mengunjungi budhijaya.co.id, situs yang memberikan informasi terpercaya dan bermanfaat.

purposive sampling menurut sugiyono 2019

Selamat datang di budhijaya.co.id

Halo selamat datang di budhijaya.co.id, situs yang memberikan informasi terkini tentang berbagai topik menarik, termasuk dalam bidang penelitian. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang purposive sampling menurut Sugiyono 2019. Purposive sampling adalah salah satu metode penentuan sampel yang sering digunakan dalam penelitian. Dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan penjelasan yang detail mengenai metode ini, kelebihan dan kekurangannya, serta berbagai informasi penting lainnya. Mari langsung kita mulai!

Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bagian awal sebuah penelitian yang berfungsi untuk memberikan gambaran umum mengenai topik yang akan dibahas. Dalam pendahuluan tentang purposive sampling menurut Sugiyono 2019, terdapat beberapa hal yang perlu kita pahami lebih lanjut.

1. Pengertian Purposive Sampling

Purposive sampling merupakan metode penentuan sampel yang dilakukan secara sengaja atau dengan tujuan tertentu. Dalam metode ini, peneliti memilih sampel berdasarkan ciri-ciri atau karakteristik yang relevan dengan tujuan penelitian. Sugiyono (2019) menyebutkan bahwa metode ini sering digunakan dalam penelitian kualitatif atau penelitian dengan pendekatan kualitatif.

2. Tujuan Penggunaan Purposive Sampling

Tujuan utama dari penggunaan purposive sampling adalah untuk mendapatkan sampel yang memiliki kekhasan atau karakteristik tertentu yang bermanfaat bagi penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian yang diperoleh akan lebih fokus dan dapat menggambarkan kondisi yang diteliti dengan baik. Metode ini juga sering digunakan ketika populasi yang diteliti terbatas atau sulit dijangkau.

3. Langkah-langkah dalam Melakukan Purposive Sampling

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan purposive sampling. Pertama, tentukan tujuan penelitian dan karakteristik yang ingin diperoleh dari sampel. Kedua, identifikasi populasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Ketiga, pilih orang-orang atau objek yang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan, berdasarkan pertimbangan peneliti. Keempat, pastikan ukuran sampel yang diambil mencukupi untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan.

4. Kelebihan Purposive Sampling

Purposive sampling memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menjadi metode yang sering digunakan dalam penelitian. Salah satu kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dalam pemilihan sampel yang sesuai dengan karakteristik penelitian. Metode ini juga dapat digunakan ketika populasi yang diteliti terbatas atau sulit dijangkau. Selain itu, metode ini juga memungkinkan peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih mendalam dan kualitatif.

5. Kekurangan Purposive Sampling

Di balik kelebihannya, purposive sampling juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah adanya bias subjektif dari peneliti dalam memilih sampel. Selain itu, hasil penelitian yang diperoleh dengan metode ini tidak dapat secara langsung mencerminkan kondisi populasi secara umum. Oleh karena itu, hasil penelitian dengan purposive sampling perlu dikaitkan dengan konteks yang lebih luas agar tidak menyesatkan.

6. Perbedaan dengan Metode Random Sampling

Perbedaan utama antara purposive sampling dan random sampling terletak pada cara pemilihan sampelnya. Purposive sampling memilih sampel berdasarkan pertimbangan atau tujuan tertentu, sedangkan random sampling memilih sampel secara acak. Dalam metode random sampling, setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel, sehingga lebih objektif. Namun, metode ini memiliki keterbatasan saat menghadapi populasi yang sulit dijangkau atau memiliki karakteristik yang spesifik.

7. Paradigma yang Mendukung Purposive Sampling

Penggunaan purposive sampling sering dikaitkan dengan pendekatan kualitatif dalam penelitian. Hal ini karena metode ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam dan kualitatif mengenai fenomena yang diteliti. Dalam pendekatan kualitatif, peneliti berfokus pada pengertian dan interpretasi dari data yang diperoleh, sehingga kekayaan informasi yang dihasilkan lebih besar.

Kelebihan dan Kekurangan Purposive Sampling Menurut Sugiyono 2019

Dalam bukunya yang berjudul “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D”, Sugiyono (2019) menyebutkan beberapa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh metode purposive sampling. Berikut adalah penjelasan secara detail mengenai hal tersebut:

1. Kelebihan Purposive Sampling

Kelebihan pertama dari purposive sampling adalah fleksibilitas dalam pemilihan sampel. Peneliti dapat memilih sampel yang paling sesuai dengan karakteristik penelitian untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan relevan. Metode ini juga memungkinkan peneliti untuk mendapatkan sampel yang memiliki kekhasan yang berguna bagi penelitian.

Kelebihan kedua adalah memungkinkan peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih mendalam dan kualitatif. Dengan memilih sampel berdasarkan karakteristik yang relevan, peneliti dapat memperoleh informasi yang lebih detail dan mendalam mengenai fenomena yang diteliti.

Kelebihan ketiga adalah metode ini dapat digunakan ketika populasi yang diteliti terbatas atau sulit dijangkau. Dalam kondisi seperti itu, purposive sampling dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mendapatkan sampel yang representatif dan relevan.

2. Kekurangan Purposive Sampling

Salah satu kekurangan dari purposive sampling adalah adanya bias subjektif dari peneliti dalam memilih sampel. Karena peneliti yang memilih sendiri sampel berdasarkan pertimbangan dan tujuan tertentu, maka ada kemungkinan peneliti memilih sampel yang cenderung mendukung hipotesis atau teori yang diharapkan.

Kelemahan kedua adalah hasil penelitian yang diperoleh dengan metode purposive sampling tidak dapat secara langsung mencerminkan kondisi populasi secara umum. Karena sampel dipilih berdasarkan karakteristik tertentu, maka hasil penelitian mungkin hanya berlaku untuk sampel tersebut atau dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih luas dengan pertimbangan yang lebih mendalam.

Kelemahan terakhir adalah metode ini dapat memberikan hasil penelitian yang lebih mendalam dan kualitatif, namun tidak dapat memberikan gambaran secara statistik yang langsung dapat digeneralisasi ke populasi secara keseluruhan.

Informasi Purposive Sampling Menurut Sugiyono 2019
Pengertian Purposive sampling merupakan metode penentuan sampel yang dilakukan secara sengaja atau dengan tujuan tertentu.
Tujuan Mendapatkan sampel yang memiliki kekhasan atau karakteristik tertentu yang bermanfaat bagi penelitian.
Langkah-langkah 1. Tentukan tujuan penelitian dan karakteristik yang ingin diperoleh dari sampel.
2. Identifikasi populasi yang relevan dengan tujuan penelitian.
3. Pilih orang-orang atau objek yang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan, berdasarkan pertimbangan peneliti.
4. Pastikan ukuran sampel yang diambil mencukupi untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan.
Kelebihan 1. Fleksibilitas dalam pemilihan sampel yang sesuai dengan karakteristik penelitian.
2. Mendapatkan hasil penelitian yang lebih mendalam dan kualitatif.
3. Cocok digunakan ketika populasi yang diteliti terbatas atau sulit dijangkau.
Kekurangan 1. Adanya bias subjektif dari peneliti dalam memilih sampel.
2. Hasil penelitian tidak dapat secara langsung digeneralisasi ke populasi secara umum.
3. Tidak memberikan gambaran statistik yang langsung dapat digeneralisasi ke populasi secara keseluruhan.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa bedanya antara purposive sampling dengan random sampling?

Perbedaan utama antara purposive sampling dan random sampling terletak pada cara pemilihan sampelnya.

2. Apakah metode purposive sampling hanya digunakan dalam penelitian kualitatif?

Tidak, metode purposive sampling juga bisa digunakan dalam penelitian kuantitatif, terutama ketika populasi yang diteliti terbatas atau sulit dijangkau.

3. Bagaimana meminimalkan bias subjektif dalam pemilihan sampel?

Untuk meminimalkan bias subjektif dalam pemilihan sampel, peneliti perlu menggali kesadaran diri dan menggunakan kerangka kerja yang objektif dalam memilih sampel.

4. Apakah purposive sampling akan menghasilkan data yang akurat dan representatif?

Tidak, purposive sampling tidak menghasilkan data yang secara langsung akurat dan representatif secara statistik. Namun, metode ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan kualitatif mengenai fenomena yang diteliti.

5. Bisakah metode purposive sampling digunakan dalam penelitian dengan populasi yang besar?

Secara teori, metode purposive sampling dapat digunakan dalam penelitian dengan populasi yang besar. Namun, praktiknya akan lebih sulit dilakukan karena harus mempertimbangkan banyak faktor dalam pemilihan sampel.

6. Apakah purposive sampling hanya digunakan dalam penelitian sosial dan perilaku?

Tidak, metode purposive sampling dapat digunakan dalam berbagai bidang penelitian, baik itu sosial, perilaku, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan alam.

7. Bagaimana cara menginterpretasikan hasil penelitian dengan purposive sampling?

Hasil penelitian dengan purposive sampling perlu dikaitkan dengan konteks yang lebih luas agar tidak menyesatkan. Peneliti harus mengingatkan bahwa hasil penelitian hanya mencerminkan sampel yang dipilih dan tidak dapat digeneralisasi ke populasi secara keseluruhan.

Kesimpulan

Dalam ulasan ini, kita telah membahas tentang purposive sampling menurut Sugiyono 2019. Metode ini merupakan salah satu metode penentuan sampel yang sering digunakan dalam penelitian, terutama dalam penelitian kualitatif. Purposive sampling memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan. Kelebihannya adalah fleksibilitas dalam pemilihan sampel, mendapatkan hasil penelitian yang lebih mendalam dan kualitatif, serta cocok digunakan untuk populasi yang terbatas atau sulit dijangkau. Namun, metode ini juga dihadapkan pada kekurangan, seperti adanya bias subjektif dalam pemilihan sampel dan hasil penelitian yang tidak dapat secara langsung digeneralisasi ke populasi secara umum. Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk menjaga keobjektivitasan dalam memilih sampel dan menginterpretasikan hasil penelitian dengan baik.

Kata Penutup

Demikianlah artikel tentang purposive sampling menurut Sugiyono 2019. Semoga informasi yang telah disampaikan dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai metode ini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin berdiskusi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami. Terima kasih telah mengunjungi budhijaya.co.id, situs yang memberikan informasi terpercaya dan bermanfaat.